SIKAP CERMAT ORANG TUA MEMILIH LES YANG TEPAT        UNTUK ANAK

 

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya . Mereka semua ingin mempunyai anak yang cerdas dan kreatif, sehingga segala macam cara ditempuhnya,ini terbukti dan terlihat saat awal tahun ajaran baru. Para orang tua terlihat sibuk mempersiapkan alat alat sekolah , mencari sekolah terbaik dan bahkan para orang tua juga mulai sibuk mencari les dengan harapan agar anak anak tidak ketinggalan pelajaran.

Les atau kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan tambahan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter  atau kemampuan anak agar lebih positif, atau agar anak dapat mengembangkan kemampuannya yang dirasa belum / kurang terasah.

Penulis percaya sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya punya kelebihan dibanding teman sebayanya, tetapi ingat sebagai orang tua jangan silau dengan banyaknya pilihan les demi untuk memuaskan keinginan orang tua tanpa melihat dan menimbang kemampuan, keinginan, dan minat anak.Sebenarnya semua les adalah baik asalkan les tersebut sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan serta karakter anak. Sedangkan karakter sendiri adalah kebiasaan dan sikap sikap yang sering muncul sehingga menghasilkan suatu sikap dan tingkah laku tertentu yang berbeda dari anak lainnya. Jadi jika orang tua mengikutkan anak pada les yang sesuai dengan karakternya , maka hasilnya akan menmguntungkan karena anak dapat mengembangkan sisi positif dari karakternya dan meredakan sisi negatif dari karakternya.

      

  1. Memilih Les Sesuai  Karakter Anak

Secara umum ada 4 karakter dasar anak disesuaikan dengan jenis les yang diikuti:

  1. Anak Aktif

Ciri ciri : anak giat beraktifitas dan energik.

 Jenis les ; cocok apabila diikutkan les yang berkaitan dengan gerak tubuhnya : olah raga, bela diri, seni gerak.

  1. Anak Pasif

Ciri ciri : anak terlihat lamban, kurang gesit, kurang suka kegiatan fisik, cepat lelah, dan susah menyesuaikan diri.

Jenis les : les melukis, les menari, ketrampian, les komputer.,les sempoa

  1. Anak Percaya diri

Ciri ciri  : mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, lancar mengungkapkan pendapat, senang pada sesuatu yng ada tantangannya.

Jenis les : Semua jenis les yang sesuai minatnya bagus untuk dapat menambah keyakinan akan kemampuan dirinya.

 

 

 

  1. Anak Pencemas

Ciri ciri : anak mudah merasa takut salah, mudah menyerah,lama menyesuaikan diri,selalu butuh dukungan orang tuanya dan orang sekitarnya,sensitif , mudah prasangka.

Jenis les: pilih les yang dapat menenangkan, yang dapat mengendalikan emosi (les ketrampilan dan bela diri). Anak dengan karakter pencemas perlu dilatih untuk mengatasi cemasnya.

 

  1. Memilih Tempat Les Yang Sesuai Untuk Anak
    1. Perhatikan kualitasnya
      1. Perhatikan dan pastikan lulusannya (output) yang pernah belajar disana.berprestasi atau tidak (pastikan ada perubahan positif).
      2. Perhatikan  kemampuan staf pengajarnya , apakah memiliki pengetahuan , tahu bagaimana memotivasi anak dan mampu memahami karakter anak.
      3. Terakhir perhatikan metode yang ditawarkan.
      4. Cek lokasinya

Pikirkan bahwa lokasi / tempat les tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sehingga anak tidak kelelahan dalam perjalanan yang ujung ujungnya bisa  berpengaruh pada penguasaan materi nantinya.

  1. Lihat Lingkungannya

Perhatikan lingkungan tempat les sesuai dengan  karakter anak tidak (karena biasanya tempat les terdapat banyak beragam anak dari sekolah yang tidak sama dengan anak anda). Usahakan lingkungan les anak memberikan rasa nyaman pada anak anda .

       Yang jadi pertanyaan penting bagi orang tua sekarang adalah apakah perlu anak Taman Kanak Kanak diikutkan les (baik  les akademik : membaca menulis dan berhitung  permulaan) atau les bakat minat (les olah vokal, menari, menyanyi , olah raga dls) . Mencermati fenomena yang terjadi pada masyarakat dewasa ini, bahwa kegiatan mengikutkan les putra-putrinya  sudah tidak menjadi monopoli masyarakat kota saja , masyarakat desapun sudah menganggap wajar bahwa anak sekolah wajib ikut les.

       Sebelum menjawab pertanyaan diatas, terlebih dahulu yang perlu diketahui adalah mengenal Siapa Anak Taman Kanak Kanak itu sebenarnya ?. Anak taman kanak kanak , yang usianya antara 4-6 tahun adalah anak yang memasuki masa Golden Age (masa peka/ masa emas ). Dimana anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka /Golden Age adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikhis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa sosial , moral, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni dan nilai-nilai agama.Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

       Sedangkan kebutuhan anak itu sendiri pada dasarnya ada tiga (3) yaitu :

1. Kebutuhan fisik (Biomedis). Dapat dupenuhi apabila anak mengkomsumsi makananyang sesuai dengan kebutuhan jasmani untuk menunjang tumbuh kembang anak, kesehatan, imunisasi, pengobatan, pakaian , lingkungan yang sehat.

2. Kebutuhan Emosi meliputi segala bentuk hubungan yang erat, hangat dan menimbulkan rasa aman (kasih sayang).

3. Kebutuhan stimulasi atau pendidikan yang meliputi segala aktifitas yang dilakukan yang mempengaruhi proses berpikir, berbahasa, sosialisasi dan kemandirian seorang anak.

       Untuk pemenuhan kebutuhan fisik (biomedis), dan kebutuhan emosi orang tua beranggapan dapat terpenuhi dalam keluarga, dalam arti orang tua dapat menyiapkan di rumah. Namun untuk kebutuhan stimulasi diperlukan satu lembaga tersendiri yang dapat membangun dan mengembangkan baik IQ, SQ, maupun EQ anak akhirnya dimasukkanlah anaknya  Sekolah Taman kanak kanak, denga harapan ketika anaknya masuk sekolah TK, sekolah tersebut mampu menyiapkan anak agar bisa membaca, menulis dan berhitung permulaan. Padahal yang sebenarnya masa TK adalah masa ketika anak anak ingin bermain, berexplorasi, berimajinasi serta bereksperimen dengan melakukan banyak kesalahan dan belajar dari kesalahannya.

       Bermain bagi anak merupakan wahana sekaligus upaya untuk memenuhi ketiga kebutuhannya tersebut (kebutuhan fisik, emosi dan stimulasi).Dengan bermain anak dapat belajar langsung dari pengalamannya yang berguna untuk perkembangan kreatifitas , sosial , emosi dan intelegensi.

       Sekarang yang jadi perenungan orang tua untuk kepentingan anak-anaknya apakah masih perlu anak-anak TK diberikan les/ pelajaran tambahan?. Kalaupun perlu , sebaiknya  biarlah anak yang menetukan mau ikut les apa (jenis les yang diminati anak ), dan  tetap berilah anak kesempatan dan  kelonggaran waktu untuk tetap menikmati masa bermainnya. Karena dari bermain banyak manfaat atau  pengaruh yang ditimbulkan ,yaitu:

  1. Bermain dapat mempengaruhi fisik anak.
  2. Bermain dapat digunakan sebagai terapi.
  3.  Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak.
  4. Bermain  dapat mempengaruhi kreatifitas anak.
  5. Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak.
  6. Bermain dapat mempengaruhi moral anak.