Upaya Meningkatkan Kemampuan anak TK dalam Membaca dan Menulis Melalui Kartu Kata

 

 

Pendidikan taman kanak – kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak    usia dini yaitu anak yang berusia empat sampai enam tahun. Pendidikan TK memeliki peran yang sangat penting untuk mengembangkan kepribadian anak serta mepersiapkan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan kata lain pen didikan TK sangat mengutamakan pendidikan yang berpusat pada anak atau “chilcentre  Dalam Undang – Undang sistem pendidikan Nasional (2003) pasal 1 ayat14 ,menyatakan bahwa pendidikan  anak usia dini  adalah suatu upaya   pembinaan  yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan  usia 6 tahun yang dilakukan  melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan  dan per kembangan agar anak mmasuki pendidikan lebih  lanjut. Tugas utama TK adalah  mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan sikap/perilaku ketrampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi  dengan kegiatan belajaryang sesungguhnya di sekolah dasar.Pandangan ini mengisyaratkan bahwa TK merupakan lembaga pendidikan pra – akademik . Dengan demikian pendidikan TK tidak mengemban tanggung jawab  utama dalam membina kemampuan skolastik atau akademik anak seperti kemampuan membaca, menulis dan berhitung.. Namun alur pemikiran tersebut tidak sejalan dan terimplementasikan dalam praktek kependidikan..di Indonesia. Pwergwesweran tanggung jawab pengembangan kemampuan skolastik (akademik) sdari sekolah dasar (SD) ke Taman Kanak – Kanak (TK) terjadi dimana – mana.baik secara terang – terangan atau terselubung dengan mengajarkan anak calistung (membaca, menulis dan berhitung) dan beberapa TK yang memberikan bentuk penugasan “pekerjaan rumah “ (PR) kepada anak.

Hal tersebut terjadi karena banyak sekolah swasta sebagaian sekolah dasar negeri sering  kali mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik, , salah satunya adalah kemampuan anak dalam membaca. Menulis dan berhitung (Calistung). Gejala ini mendorong lembaga pendidikan TK  maupun orang tua berlomba membimbing kemampuan akademik anak dengan mengadopsi pola – pola  pembelajaran di sekolah dasar. Akibatnya tidak jarang Taman Kanak – Kanak tidak lagi menjadi taman yang paling indah tempat bermain melainkan menjadi “persekolahan dini”. Sehingga pembelajaran membaca, menulis di TK lebih merupakan pembelajaran membaca seperti di SD demikian juga dengan berhitung, tidak mengindahkan aspek alami anak.

Kondisi demikian menjadikan masyarakat yang telah menyekolahkan anaknya sdi TK berharap, bahkan mengharuskan agar kelak setelah selesai mengikuti program di TK anak- anak mereka trampil membaca dan menulis. Berdasarkan kondisi awal  di TK Negeri Pembina Kawedanan Magetan tempat penulis mengajar , kemampuan anak kelompok B dalam membaca masih rendah dan belum menunjukan taraf membaca kata. Anak baru memasuki pengenalan huruf, beberapa anak belum bisa mengenal perbedaan huruf , anak belum bisa merangkai huruf menjadi kata dan belum bisa membaca sesderhana. Kegiatan yang selama ini dilakukan di TK Negri Pembina adalah dengan melalui pemberian tugas merwanai huruf abjad dan membuat huruf mengikuti garis titik (dotline). Dalam memberikan tugas yangsdiberikan , anak terkesan hanya mengerjakan tugas dari guru tanpa mengenal huruf yang diwarnai. Kegiatan membaca dini belum terlihat pexcapaian yang maksimal karena para guru belum menemukan cara yang terbaik untuk meningkatkan kemapuan membaca dini yang sesuai dengan kebutuhan  dan perkembangan anak , agar anak tidak tertekan dalam kegiatan membaca dan menulis, sehingga anak  dapat menyenangi kegiatan membaxa dini. Berdasarkan kondisi terswebut untuk membuat anak menyenangi wegiatan membaca sdini tanpa membuat anak tertekan adalah dwengan permainan kartu kata.

Permainan kartu kata merupakan permainan yang menyenangkan bagi anak TK , tanpa membuat anak tertekan, didukung oleh pernyataan Betty Root(2004) Permainan kartu kata dapat memberikan situasi  belajar yang santai dan informal, bebas dari ketegangan dan kecemasan. Anak – anak dilibatkan dengan aktif untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Langkah ini akan membiasakan anak untuk lebih mudah mengkspresikan  gagasan dan idenya, serta dapat memperkuat daya imajinasi anak. Langkah ini bermanfaat ketika anak – anak belajar menulis , yaitu kemampuan untuk menuangkan gagasan. Kartu kata ini dapat menjadi saranan untuk mengakrabkan anak dengan kartu kata.

Dalam mengimplementasikan kegiatan bermain sebagai wahana belajar anak di kelas, ada dua cara utama yaitu (1) dengan cara melengkapi  ruang bermain (play centre) atau ruang kelas  dengan alat permain pendidikan, (2) bermain dimplementasikan seecara langsung sebagai suatu metode pembelajaran. Untuk meningkatkan kemapuan membaca dini  penulis memilih cara yang kedua , yaitu guru menggunakan  aktivitas langsung bermain sebagai metode pembelajaran.  dalam hal ini guru menyajikan suatu permainan (game) dengan menggunakan kartu kata, dan kartu kalimat diharapkan dengan kegiatan membaca dini dengan bermain kartu kata dapat meningkatkan kemampuan anak dalam membaca dini sehingga kegiatan membaca dsini menjadi cara yang menyenangkan bagi anak.