IDENTIFIKASI TEMA SEMESTER 1

TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN

TAHUN 2011/2012

NO

TEMA

SUB TEMA

SPESIFIKASI TEMA

ALOKASI WAKTU

1

Aku Anak Sehat

Identitasku

Identitas diri ( misal nama; nama, jenis kelamin, nama ayah, nama ibu, alamat rumah)

1 Minggu

 

Alamatku

Sekolahku

Agamaku

Cita – citaku

Hobbyku

Kesukaanku.

Anggota tubuhku

Bagian – bagian tubuh

1 Minggu

 

Ciri-ciri tubuh ( warna kulit, macam rambut, bentuk badan)

Kegunaan bagian – bagian tubuh

Cara merawat anggota tubuh

Panca Indra

Alat/macam indra ( mata,telinga, hidung, kulit, lidah)

1 Minggu

 

Fungsi alat indra ( mata untuk melihat dll)

Macam-macam rasa (pahit, manis, asin, asam)

Macam-macam perabaan ( kasar, halus, tajam, panas, dingin)

Macam-macam pembauan ( wangi, amis, busuk)

Macam-macam suara ( keras, lembut, nyaring, melengking)

Macam-macam penglihatan ( jelas, buram, jauh, dekat, silau, gelap, terang, samar)

Aku Anak Indosesia

Peringatan HUT RI

1 Minggu

2

Lingkungan dan sekitarnya

Keluargaku tercinta

Anggota keluargaku (ayah, ibu, kakak, adik kakek, nenek)

1 Minggu

 

Fungsi anggota keluarga( Ayah mencari nafkah)

Kebiasaan dalam keluarga ( saya menyapu, ibu memasak)

Tata tertib dalam keluarga ( sebelum pergi pamit dulu)

Rumahku adalah surgaku

Guna rumah ( untuk berteduh,melindungi diri dari panas dan hujan, tempat beristirahat, tempat berkumpul keluarga)

1 Minggu

 

Macam rumah dilihat dari bahan pembuatannya (di buat dari kayu, bambu, ijuk)

Jenis-jenis rumah  ( rumah tinggal, rumah adat,kantor, istana, tempat ibadah,tempat berobat,rumah untuk binatang.)

Bagian –bagian rumah ( pintu, jendela, atap, ruang tamu, garasi, kamar mandi,ruang tidur,dapur )

Alat-alat  danperkakas di dalam rumah (kursi,meja, tempat tidur,kasur,taplak meja, pisau, sendok)

Lingkungan rumah (kebun, halaman, warung, tetangga)

Sekolahku nyaman

Kegunaan sekolah (di TK tempat belajar dan bermain )

1 Minggu

 

Gedung sekolah (kantor, kelas, ruang guru, ruang bermain, kamar mandi, perpustakaan, dapur dan gudang )

Halaman sekolah ( pagar, tanaman, binatang peliaraan, alat permainan )

Orang-orang yang ada di sekolahan ( kepala sekolah, guru, murid, penjaga,tenaga,tenaga tata usaha)

Alat- alat yang ada disekolah ( alat permainan,perabot sekolah, obat-obatan)

Tata tertib di sekolah ( berdoa sebelum makan,berbaris, bermain bergantian )

Lingkungan sekolah ( orang dan kegiatan yang ada di sekolah )

3

Kebutuhan Hidup

Makanan dan minuman

Manfaat makanandan minuman (untuk menghilangkan lapar dan haus, untuk kesehatan )

1 Minggu

 

Jenis makanan dan minuman                                    (4 sehat 5 sempurna )

Asal makanan dan minuman (padi, beras, nasi )

Tata tertib makan dan minum      ( duduk dengan rapi )

Alat makan dan minum ( piring, gelas, sendok )

Tata cara menyajikan makan dab minum ( di meja makan )

Pakaian

Manfaat pakaian (untuk kesehatan, keindahan,

1 Minggu

 

Cara memakai pakaian ( yang benar dan yang salah )

Jenis- jenis pakaian (Baju,celana ,singlet, kemeja )

Penggunaan pakaian sesuai situasi,kebutuhan, iklim ( jika sekolah memakai seragam, jika sakit memakai baju hangat )

Pakain daerah (baju bodo, kebaya , baju kurung )

Kebersihan kesehatan dan keamanan

Manfaat kesehatan dan kebersihan (menghindari penyakit )

1 Minggu

 

Cara memelihara kesehatan dan kebersihan diri (mandi, gosok gigi, berpakaian, )

Cara memelihara kesehatan dan kebersihan lingkungan ( lingkungan rumah, sekolah )

Alat alat kebersihan ( sapu, lap )

Akibat hidup tidak bersih dan sehat ( sakit )

Macam-macam penyakit yang ditimbulkan akibat karena tidak menjaga kesehatan dan kebersihan ( diare, cacingan, sakit kulit dll)

Cara mencegah bahaya yang disebabkan oleh benda-benda dan obat – obatan tertentu (korek api, pisau, racun, paku, pecahan kaca dll)

4

Flora dan keindahan

Macam – macam tanaman

Tanaman  adalah ciptaan Tuhan

1 Minggu

 

Tanaman pohon

Tanaman Hias

Tanaman air

Tanaman perdu / semak

Tanaman obat

Tanaman buah dan sayur.

Perkembang biakan tanaman.

Buah mangga dan pepaya

Siapa yang menciptakan

1 Minggu

 

Cara Menanam  mangga dan pepaya

Cara memelihara mangga dan pepaya

Bagian-bagian pohon

Manfaat buah mangga dan pepaya

Cara mengolah

Dimana menjualnya

Bunga  kamboja dan  teratai

Siapa yang menciptakan

1 Minggu

 

Cara Menanam Bunga kamboja dan teratai

Cara merawat bunga

Bagian-bagian dari bunga

Manfaat  bunga kamboja dan melati

Siapa yang menjual

Dimana bisa hidup

Bayam dan wortel

Yang menciptakan  sayuran

1 Minggu

 

Cara Menanam  bayam dan wortel

Cara merawat bayam dan wortel

Bagian-bagian  bayam dan wortel

Manfaat sayur bayam dan wortel

Cara mengolah

5

Fauna dan kehidupannya.

Macam –macam binatang

Diciptakan oleh Tuhan

1 Minggu

 

Binatang darat

Binatang air

Binatang Udara

Binatang ternak

Binatang buas

Kelinci dan burung

Ciri – cirri binatang

1 Minggu

 

Jenis makanannya

Cara berkembang biak.

Tempat tinggal

Kegunaan  kelinci dan burung.

Cara memelihara  kelinci dan burung

Ikan lele dan katak

Diciptakan oleh Tuhan

1 Minggu

 

Jenis makanannya

Cara berkembang biak ikan dan katak

Tempat tinggal

Kegunaan  ikan lele

Cara memelihara  ikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI TEMA SEMESTER 1

TK NEGERI PEMBINA KAWEDANAN

TAHUN 2011/2012

NO

TEMA

SUB TEMA

SPESIFIKASI TEMA

ALOKASI WAKTU

1

Aku Anak Sehat

Identitasku

Identitas diri ( misal nama; nama, jenis kelamin, nama ayah, nama ibu, alamat rumah)

1 Minggu

 

Alamatku

Sekolahku

Agamaku

Cita – citaku

Hobbyku

Kesukaanku.

Anggota tubuhku

Bagian – bagian tubuh

1 Minggu

 

Ciri-ciri tubuh ( warna kulit, macam rambut, bentuk badan)

Kegunaan bagian – bagian tubuh

Cara merawat anggota tubuh

Panca Indra

Alat/macam indra ( mata,telinga, hidung, kulit, lidah)

1 Minggu

 

Fungsi alat indra ( mata untuk melihat dll)

Macam-macam rasa (pahit, manis, asin, asam)

Macam-macam perabaan ( kasar, halus, tajam, panas, dingin)

Macam-macam pembauan ( wangi, amis, busuk)

Macam-macam suara ( keras, lembut, nyaring, melengking)

Macam-macam penglihatan ( jelas, buram, jauh, dekat, silau, gelap, terang, samar)

Aku Anak Indosesia

Peringatan HUT RI

1 Minggu

2

Lingkungan dan sekitarnya

Keluargaku tercinta

Anggota keluargaku (ayah, ibu, kakak, adik kakek, nenek)

1 Minggu

 

Fungsi anggota keluarga( Ayah mencari nafkah)

Kebiasaan dalam keluarga ( saya menyapu, ibu memasak)

Tata tertib dalam keluarga ( sebelum pergi pamit dulu)

Rumahku adalah surgaku

Guna rumah ( untuk berteduh,melindungi diri dari panas dan hujan, tempat beristirahat, tempat berkumpul keluarga)

1 Minggu

 

Macam rumah dilihat dari bahan pembuatannya (di buat dari kayu, bambu, ijuk)

Jenis-jenis rumah  ( rumah tinggal, rumah adat,kantor, istana, tempat ibadah,tempat berobat,rumah untuk binatang.)

Bagian –bagian rumah ( pintu, jendela, atap, ruang tamu, garasi, kamar mandi,ruang tidur,dapur )

Alat-alat  danperkakas di dalam rumah (kursi,meja, tempat tidur,kasur,taplak meja, pisau, sendok)

Lingkungan rumah (kebun, halaman, warung, tetangga)

Sekolahku nyaman

Kegunaan sekolah (di TK tempat belajar dan bermain )

1 Minggu

 

Gedung sekolah (kantor, kelas, ruang guru, ruang bermain, kamar mandi, perpustakaan, dapur dan gudang )

Halaman sekolah ( pagar, tanaman, binatang peliaraan, alat permainan )

Orang-orang yang ada di sekolahan ( kepala sekolah, guru, murid, penjaga,tenaga,tenaga tata usaha)

Alat- alat yang ada disekolah ( alat permainan,perabot sekolah, obat-obatan)

Tata tertib di sekolah ( berdoa sebelum makan,berbaris, bermain bergantian )

Lingkungan sekolah ( orang dan kegiatan yang ada di sekolah )

3

Kebutuhan Hidup

Makanan dan minuman

Manfaat makanandan minuman (untuk menghilangkan lapar dan haus, untuk kesehatan )

1 Minggu

 

Jenis makanan dan minuman                                    (4 sehat 5 sempurna )

Asal makanan dan minuman (padi, beras, nasi )

Tata tertib makan dan minum      ( duduk dengan rapi )

Alat makan dan minum ( piring, gelas, sendok )

Tata cara menyajikan makan dab minum ( di meja makan )

Pakaian

Manfaat pakaian (untuk kesehatan, keindahan,

1 Minggu

 

Cara memakai pakaian ( yang benar dan yang salah )

Jenis- jenis pakaian (Baju,celana ,singlet, kemeja )

Penggunaan pakaian sesuai situasi,kebutuhan, iklim ( jika sekolah memakai seragam, jika sakit memakai baju hangat )

Pakain daerah (baju bodo, kebaya , baju kurung )

Kebersihan kesehatan dan keamanan

Manfaat kesehatan dan kebersihan (menghindari penyakit )

1 Minggu

 

Cara memelihara kesehatan dan kebersihan diri (mandi, gosok gigi, berpakaian, )

Cara memelihara kesehatan dan kebersihan lingkungan ( lingkungan rumah, sekolah )

Alat alat kebersihan ( sapu, lap )

Akibat hidup tidak bersih dan sehat ( sakit )

Macam-macam penyakit yang ditimbulkan akibat karena tidak menjaga kesehatan dan kebersihan ( diare, cacingan, sakit kulit dll)

Cara mencegah bahaya yang disebabkan oleh benda-benda dan obat – obatan tertentu (korek api, pisau, racun, paku, pecahan kaca dll)

4

Flora dan keindahan

Macam – macam tanaman

Tanaman  adalah ciptaan Tuhan

1 Minggu

 

Tanaman pohon

Tanaman Hias

Tanaman air

Tanaman perdu / semak

Tanaman obat

Tanaman buah dan sayur.

Perkembang biakan tanaman.

Buah mangga dan pepaya

Siapa yang menciptakan

1 Minggu

 

Cara Menanam  mangga dan pepaya

Cara memelihara mangga dan pepaya

Bagian-bagian pohon

Manfaat buah mangga dan pepaya

Cara mengolah

Dimana menjualnya

Bunga  kamboja dan  teratai

Siapa yang menciptakan

1 Minggu

 

Cara Menanam Bunga kamboja dan teratai

Cara merawat bunga

Bagian-bagian dari bunga

Manfaat  bunga kamboja dan melati

Siapa yang menjual

Dimana bisa hidup

Bayam dan wortel

Yang menciptakan  sayuran

1 Minggu

 

Cara Menanam  bayam dan wortel

Cara merawat bayam dan wortel

Bagian-bagian  bayam dan wortel

Manfaat sayur bayam dan wortel

Cara mengolah

5

Fauna dan kehidupannya.

Macam –macam binatang

Diciptakan oleh Tuhan

1 Minggu

 

Binatang darat

Binatang air

Binatang Udara

Binatang ternak

Binatang buas

Kelinci dan burung

Ciri – cirri binatang

1 Minggu

 

Jenis makanannya

Cara berkembang biak.

Tempat tinggal

Kegunaan  kelinci dan burung.

Cara memelihara  kelinci dan burung

Ikan lele dan katak

Diciptakan oleh Tuhan

1 Minggu

 

Jenis makanannya

Cara berkembang biak ikan dan katak

Tempat tinggal

Kegunaan  ikan lele

Cara memelihara  ikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Tematik)

Kelas / Semester : III/1 

Minggu               :

Hari/ tanggal      :

Tema                  : Keluarga

Nomor

Matapelajaran/ KD

Indikator

Pengalaman Belajar

Alat dan Sumber

Penilaian

Keterangan

1

Agama

 

 

 

 

 

2

Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta

 

 

 

 

 

 

2.3.Menerangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan rakyat betawi

2.3.1. Dapat mendengarkan dan mencatat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan rakyat betawi

– Menyebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan rakyat betawi

Sumber :

Buku Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta kelas III

Dilakukan secara lisan

 

3

Bahasa Indonensia

 

 

 

 

 

 

4.1. Menyusun paragraf berdasarkan bahan yang tersedia dengan emperhatikan penggunaan ejaan

4.1.1.Dapat membuat karangan sederhana dengan menggunakan kata dan kalimat yang tepat

– Membuat karangan sederhana dengan bahasa yang sederhana

Sumber :

Buku Bahasa Indonnensia kelas III

Tes dilakukan    secara tertulis

 

                                                                                                                                                             

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

            Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan Nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 45. Sejalan dengan itu maka pemerintah telah mengadakan usaha-usaha secara bertahap, untuk meningkatkan pendidikan dan perintisan perluasan kesempatan belajar dengan menyediakan fasilitas belajar dan bentuk pelayanan khusus serta meningkatkan pembinaan teknis  dengan melibatkan semua satuan pendidikan tanpa terkecuali pendidikan di taman kanak-kanak.                                                                                                              Taman kanak-kanak  merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar. Lembaga ini dianggap penting karena usia ini merupakan usia emas ( golden age ) yang merupakan masa peka dan hanya datang sekali. Masa peka adalah suatu masa yang menuntut pengembangan anak secara optimal. Penelitian menunjukkan bahwa bahwa 80 % pengembangan mental dan kecerdasab anak berlangsung pada usia ini. Kenyataan  di lapangan menunjukkan bahwa anak sekolah dasar yang tinggal kelas, drop out, khususnya pada kelas rendah disebabkan anak yang bersangkutan tidak melalui pendidikan di TK.

              Salah satu tugas pokok dari pendidikan di Taman Kanak-kanak adalah mempersiapkan anak didik dalam pembentukan pengembangan mental dan kecerdasan. Diantaranya adalah kecerdasan anak dalam berkomunikasi dengan orang lain, yang kemudian di namakan sebagai kecerdasan berbahasa. Pengembangan bahasa di arahkan agar anak mampu menggunakan dan mengepresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata.

Usia pra sekolah (TK) merupakan usia yang efektif untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak, karena TK adalah pendidikan persiapan awal agar anak memiliki kemampuan dasar untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

          Tujuan pendidikan di Taman kanak-kanak itu sendiri adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan.

Berkenaan dengan hal tersebut maka guru sebagai pendidik formal di sekolah tidak dapat dipandang ringan tugasnya, karena rnenyangkut berbagai aspek kehidupan serta menuntut perlanggungan jawab moral yang berat. ‘ Lebih-lebih guru TK dimana anak usia TK dalam ilmu jiwa perkembangan sedang mengalami fase peralihan dari masa egosentris ke masa sosial dimana anak dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya (sekolah). Mengingat hal tersebut maka kemampuan berbahasa merupakan unsur yang perlu dikembangkan di TK. Melalui kemampuan” berbahasa anak diberi bimbingan untuk mengembangkan bahasanya secara wajar dan tepat.

Oleh karena itu jelas kemampuan profesional guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan. Guru harus mempunyai keahlian dalam menyampaikan bahan ajar kepada anak didik. Dengan alat peraga yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat berfikir anak akan mempermudah anak dalam menerima pelajaran

         Bidang pengembangan kemampuan berbahasa di Taman Kanak-Kanak bertujuan untuk mengembangkan aspek bahasa yang ada pada anak sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan baik dengan lingkungannya. Tetapi tidak jarang terjadi di TK bahwa kemampuan anak untuk mendengarkan, berbicara ataupun bercerita sering mengalami kesulitan. Jelas ini merupakan tantangan bagi guru TK untuk dapat mengembangkan kemampuan mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana (KB indikator 5).

Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengenalkan anak pada kaset rekaman cerita yang dibuat guru dengan harapan dan tujuan bahwa kaset rekaman belum pernah dipakai untuk kegiatan belajar mengajar di TK dan dengan alat peraga yang baru anak akan menjadi lebih senang dan menggali rasa ingin tahu mereka, sesuai dengan karakteristik anak TK sendiri yang selalu menyenangi sesuatu hal yang baru.

Dan sangat diyakini bahwa kegiatan yang menyenangkan anak akan direspon secara positif pula oleh anak, dan nantinya akan dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam mencapai perkembangan pribadinya dengan optimal

Penelitian Tindakan Kelas ini bermaksud untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan  dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana (KB indikator 5) pada siswa kelompokA di Taman kanak-kanak dharma wanita persatuan tladan II kec. Kawedanan kabupaten Magetan ,  dengan menggunakan  alat  bantu  berupa: kaset rekaman  cerita sederhana.

 

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting karena bahasa berfungsi sebagai alat urituk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain juga beifungsi sebagai alat untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Adapun tujuan dari dilaksanakan bidang pengembangan bahasa di TK adalah :

  1. Mengembangkah kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  2. Membangkitkan  kemampuan  untuk mengungkapkan  pikiran,  perasaan, sikap dan pendapat melalui bahasa yang sederhana dan tepat.
  3. Mengembangkan minat untuk berbahasa.
  4. Mengcmbangkjm kemampiian menangkap pembicaiaaii oran^ Iain
  5. Mengembangkan kosakata anak.
  6. Mengembangkan kemampuan berfikir logis dan sistematis.

Berdasarkan hal tersebut, yang dialami peneliti bahwa di TK DWP Tladan II murid kelompok B masih sulit untuk mengembangkan kemampuan menangkap pembicaraan orang lain dan membangkitkan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, sikap dan pendapat melalui bahasa yang sederhana.

Dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk membantu mengembangkan motivasi anak dalam mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa yang sederhana (KB Indikator 5) dengan bantuan alat peraga audio berupa kaset rekaman cerita.

Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk mendengar (melatih anak menangkap dan memahami pembicaraan orang lain) dan bercerita (melatih daya tangkap, daya pikir, daya konsentrasi dan membantu perkembangan anak).

 

 

B. Perumusan Masalah

Dalam kegiatan belajar mengajar guru menggunakan alat bantu . mengajar atau media pendidikan disamping sumber belajar untuk memperjelas suatu topik atau bahasan, akan tetapi kadang guru merasa kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.

Oleh sebab itu seorang guru TK dituntut harus mengerti, memahami dan menghayati prinsip pendidikan dan pengajaran serta tahap perkembangan anak. Sehingga anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang menyenangkan karena sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Berpijak dari sinilah peneliti berusaha untuk merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut “Apakah alat peraga audio (kaset rekaman) dapat .meningkatkan kemampuan bahasa dalam mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak DWP Tladan II Kec. Kawedanan  Kabupaten Magetan.

 

C. Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, peneliti berusaha untuk menemukan jawaban yaitu dengan menggunakan kaset rekaman dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak dalam mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana (indikator 5) pada anak kelompok   A   di   Taman Kanak-kanak Dharma Wanita Persatuan Tladan II Kec. Kawedanan  Kabupaten Magetan.  

D. Manfaat Penelitian

  1. Guru

–          Memotivasi     guru     dan     teman     sejawat    untuk    selalu    dapat mengembangkan    kreatifitasnya    dalam    proses    belajar    mengejar terutama dalam bidang pengembangan kemampuan bahasa.

–          Proses   belajar   mengajar   akan   jauh    lebih   efektif   efisien    dan menyenangkan.

  1. Murid

–          Dengan adanya variasi alat peraga yang diberikan guru dapat merangsang anak untuk lebih terlibat dalam proses belajar mengajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

 

E. Landasan Teoritis

Untuk menghindari salah pengertian terhadap istilah yang digunakan, peneliti akan menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan judul penelitian, yaitu :

  1. Kemampuan berbahasa :  mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi      

 Cerita dengan sederhana   (  Indikator 5  ).

            Kemampuan berbahasa merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya dalam hal berkomunikasi dengan orang lain.

Bidang pengembangan kemampuan berbahasa di TK bertujuan untuk mengembangkan aspek bahasa yang ada pada anak sehingga mereka dapat berkomunikas’i dengan baik dengan lingkungannya. Yang termasuk dalam ruang lingkup pengembangan kemampuan berbahasa adalah kegiatan bercerita. Pada dasarnya anak-anak suka bercerita, antuisme mereka berasal dari suatu tempat yang sangat dalam dijiwa mereka Kegiatan bercerita merupakan cara yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan pengetahuan dari generasi ke generasi lain. Selain itu bercerita memberikan peluang bagi anak untuk memasok image batin untuk menyemai image yang ada dalam sebuah cerita. Hal ini tentunya menyebabkan kekuatan visualisasi anak. Sedangkan bercerita mempunyai tujuan khusus seperti yang dikutip peneliti dalam buku pedoman guru bidang pengembangan kemampuan bahasa (1991) yaitu :

1)   Melatih daya tangkap

2)   Melatih daya pikir

3)   Melatih daya konsentrasi

4)   Membantu perkembangan fantasi

5)   Mencitakan suasana menyenangkan dan akrab di kelas

Dalam penelitian ini,  peneliti mencoba memotivasi kemampuan siswa untuk dapat mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan baik, sehingga anak dapat mengekploitasi kemampuan berkomunikasi melalui cerita-cerita yang menarik sekaligus dapat difungsikan sebagai alat pembelajaran yang dapat mendekteksi kepekaan fungsi organ telinga dalam menerima pesan.

 

 2.  Alat peraga Audio (Rekaman kaset)

Individu    di    dalam    hidupnya    senantiasa    berinteraksi    dengan lingkungannya melalui alat indera, baik . melalui visual maupun audio. Dengan berinteraksi anak akan dapat mengkomunikasikan dan menyampaikan isi hati kepada orang lain sehingga orang lain tahu apa yang menjadi pesan dari anak.

Sesuai dengan pertumbuhan anak TK yang mula-mula tertarik pada sesuatu yang nyata’daripada yang abstrak, maka dalam psikologi belajar pun dapat kita peroleh landasan teoritis bahwa pengetahuan yang diamati dan  diadakan  pengenalan  akan  mendapatkan  kesan  yang baik  untuk nantinya disimpan sebagai tanggapan yang dapat mempermudah di dalam proses reproduksi dalam rangka fantasi dan asosiasi anak didik, maka dalam kegiatan belajar mengajar selain metode, bahan ajar, sikap guru juga alat peraga yang mempunyai peranan penting sebagai alat bantu mengajar   untuk   memudahkan   komunikasi   dengan   anak,   juga   dapat membangkitkan   minat   sehiigga  akan  timbul   perhatian  anak  terhadap pelajaran.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan alat peraga audio yang dimaksud  adalah  alat  peraga  yang  dapat  menyampaikan  pesan yang diterima oleh indera telinga, yaitu jenis rekaman (tape recorder).

Adapun maksud alat peraga tersebut disamping membantu dalam berpikir abstrak, juga memberi variasi dalam kegiatan belajar mengajar didalam mewujudkan bahan yang diajar.

  1. Hubungan alat peraga  audio (rekaman) dengan  karakteristik anak TK

ditinjau dari 3 segi :

a.   Segi Fisik

Anak usia 4-6 tahun, yang disebutanak usia pra sekolah (TK) mengalami tingkat tumbuh kembang yang sangat pesat. Organ-organ tubuhnya berkembang dengan baik seiring dengan aktifitasnya. Begitu pula dengan alat inderanya, dalam hal ini indera pendengaran dan kenilnpun intelegensinya untuk mengolah memori yang didapat. Rekaman memberikan pengalaman mendengar. Apa yang mereka dengar akan menimbulkan tanggapan dalam ingatan. Demikian pengalaman-pengalaman itu turut membentuk jiwa seseorang. Oleh sebab itu melalui rekaman, siswa di sekolah akan memperoleh pengaruh yang berharga bagi pembentukan pribadinya. Mendengar menurut Oemar Hamalik (1986:121) adalah suatu proses mental, dan seseorang akan mendengar dengan baik apabila mengetahui untuk apa ia mendengarkan. Oleh sebab itu untuk mendapatkan hasil yang baik guru hendaknya lebih dulu menjelaskan kepada siswa apa dan untuk apa tujuan siswa mendenguikan rekaman itu. Kesimpulannya, bahwa rekaman adalah alat yang efektif dan etlsien untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di TK.

b.   Segi mental

Dalam hal ini anak usia 4-6 tahun yang disebut juga usia pra sekolah   (TK)   menginjak   masa   peka,   anak   mulai   sensitif untukr menerima  berbagai   upaya   perkembangan   seluruh  potensi   dirinya, dimana pada usia ini anak mulai merespon stimulasi yang diberikan lingkungan. Selain itu menurut Dr. Benjamin Bloom perkembangan kecerdasan anak akan mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi,  metode, mated (bahan ajar) dan media yang menarik serta mudah diikutlanak. Rekaman cerita merupakan media pendidikan v&riasi yang diberikan oleh  peneliti,  yang  sebelumnya  tidak   pernah  diberikan  pada  anak. Dengan   media   yang    masih    baru    bagi    anak   diharapkan   dapat merangsang motivasi anak untuk lebih kreatif dalam bereksplorasi dam membangkitkan rasa ingin tahu anak.                   

c.   Segi Sosial

Dalam perkembangannya anak usia 3-6 tahun sedang mengalami fase peralihan dari masa egosentris ke masa sosial. Dalam kegiatan belajar mengajar guru harus mampu menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih sayang sehingga anak dapat mengembangkan rasa percaya dirinya sendiri, teman atau orang lain serta dapat bersosialisasi baik dalam keluarga, kelompok maupun lingkungan. Dalam kegiatan bercerita dengan mendengarkan rekaman sangat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan sosialisasinya. Rekaman bisa menarik perhatian penuh para siswa yang mendengarkannya. Mereka akan berkerumun secara berkelompok apabila mendengarkan rekaman yang sedang diputar. Mereka selain mendengarkan juga melakukan kegiatan seperti mengikuti lambat-lambat kalimat yang didengar, bertanya dalam hati dan mencoba menjawabnya, menarik kesimpulan dan saling bercerita diantara kelompok untuk mencocokkan apa yang telah didengarnya.

Setelah metengkafi uraian di ataSjSecra teoritis dapat dikatakan bahwa alat peraga audio (rekaman) dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dalam mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita dengan sederhana.

Argumentasi secara teoritis saja tidak cukup, untuk itu pedu pembuktian secara praktek yaitu dengan melihat hasil penelitian ini yang akan peneliti sajikan pada Bab II dan Bab III.

  1. Pelaksanaan    Bercerita    dengan    Menggunakan    Alat    Peraga    Audio (Rekaman)

Kegiatan belajar mengajar dalam bercerita dengan rekaman, selain menuntut anak dapat berkonsentrasi dengan baik juga harus memahami isi cerita yang didengarnya. Anak disuruh mendengarkan isi cerita yang telah direkam dengan seksama dan bila perlu diputar ulang. Setelah itu anak dijak untuk tanya jawab dengan guru. Lalu satu persatu anak disuruh menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa vans sederhana dan benar, Dalam penelitian ini penelit’ memberi waktu 1 kali jam pertemuan (40 menit). Yang perlu diperhatikan peneliti dalam kegiatan bercerita/menceritakan kembali isi ceritay menurut Fred. J. Schonel (1997:369) yaitu :

1)   No remarks were made.

2)   No injunction given.

3)   No suggestion put forward.

4)   No question answered.

5)   No spelled any and all of which prosedures can.

6)   If not strictly observed, distract the child from his own ideas to those or other people.

Bila diterjemahkan secara bebas oleh peneliti adalah sebagai berikut :

1)   Tidak boleh membuat ucapan berupa teguran.

2)   Tidak boleh memberikan perintah (keputusan).

3)   Tidak boleh mempengaruhi.

4)   Tidak boleh menjawab pertanyaan.

5)   Tidak boleh mengeja beberapa kata atau semua prosedur yang ada.

6)   Tidak boleh mengamati dengan ken atau mengalihkan perhatian anak.

Sedangkan penilaiannya, karena yang dihadapi anak TK maka yang paling penting ialah kesesuaian isi cerita, sedangkan untuk struktur kalimat dan ejaan tidak menjadi pertimbangan peneliti.

 

 

Gambar

ALAT PERAGA TK

SEBERAPA PENTING PERMAINAN TRADISIONIL BAGI ANAK

(How important traditional games for children)

 

 

Baru-baru ini telah diadakan lomba kompetensi guru, kompetensi anak dan lomba pemainan tradisionil tingkat propnsi Jawa Timur.,. Adapun  tujuan secara umum diadakan lomba tersebut diatas adalah upaya untuk memotivasi guru untuk berkreasi ,berinovasi dan berkompetisi melalui media pembelajaran serta mengedepankan jiwa sportivitas yang tinggi sehngga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan bagi anak meningkatkan  potensi dasar anak baik yang menyangkut  aspek kognitif, bahasa, fisik motorik, seni, perilaku sosial moral.spiritual, kemandirian dan disiplin.

Lain dari pada itu yang menarik perhatian adalah lomba permainan tradisionil, yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta terhadap budaya daerah melalui permainan yang sesuai dengan karakter anak.

Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang senang mengisi waktu luang atau berolah raga ringan. Menurut Freud dan Erickson permainan adalah suatu bentuk penyesuaian diri manusia yang sangat berharga  dan berguna untuk menolong anak menguasai kecemasan dan konflik. Sedangkan menurut kak Seto seorang pemerhati anak menyatakan bahwa permainan  bersifat spontan dan sukarela, tidak ada unsur paksaan dan bebas dipilih oleh anak. Jadi siapapun orangnya , bermain adalah kebutuhan. Bermain bisa menjadi relaksasi untuk meredakan ketegangan dan kepenatan dari berbagai tekanan yang menghimpit, karena permainn itu sesuatu yang mengasyikan dan menyenangkan karena dapat memuaskan dorongan penjelajahan kita.

 

Bermain Cara Efektif Untuk Belajar

Lewat permainan anak akan mengalami rasa bahagia. Dengan  perasaan gembira (suka cita) itulah syaraf /neuron cepat saling berkoneksi untuk mmbentuk satu memori baru , itulah sebabnya mengapa anak anak bisa dengan mudah belajar melalui permainan.

 

Perlunya Bermain

  1. Belajar dari bermain (Learning by playing ).

Banyak hal yang dapat dipelajari dari permainan, keseimbangan motorik halus dan motorik kasar yang dapat mempengaruhi perkembangan pshikologi anak.

  1. Permainan mengembangkan otak kanan.

Dengan bermain dapat memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang kurang teraealisasi  di sekolah maupun di rumah , karena anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya.

 

  1. Permainan mengembangkan kemampuan sosialisasi dan emosi anak.

Permainan kelompok , anak belajar tentang sosialisasi yang  menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak belajar nilai keberhasilan , ketika berhasil diterima oleh kelompok. Ketika memainkan peran ”baik atau jahat” membuat anak kaya pengalaman emosi, anak memahami perasaan yang saling berkaitan dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dihadapi.

  1. Permainan dapat melatih memecahkan masalah (Problem Solving).

Dengan kegiatan bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mempraktekan rasa  percaya dirinya kepada orang lain dan kemampuan bernegoisasi dalam kelompok atau sekedar bergaul dengan teman/ orang lain.

 

Jenis Permainan Tradisionil.

a)      Congklak

Permainan yang menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar ini sebetulnya permainan mengasah otak, anak secara tidak langsung sudah belajar konsep berhitung yang menyenangkan.

b)      Bekel

Permainan yang menggunakan bola kecil berwarna warni terbuat dari karet  dan biji berbentuk khusus ini  dapat melatih koordinasi motorik halus dan kasar . Melatih koordinasi mata dan kecepatan tangan juga melatih strategi agar tangan dapat  menjangkau bola atau membalik biji bekel..

c)      Gobak sodor.

Permainan ini dilakukan oleh banyak peserta. Melalui permainan gobak sodor melatih anak untuk bersikap terhadap lingkungan, baik kepada benda maupun orang sekitarnya ,selain itu permainan ini juga dapat  merangsang imajinasi anak, tentu saja akan baik untuk tumbuh kembang kecerdasan dan fisiknya.

d)     Petak umpet.

Permainan ini dilakukan oleh banyak orang/peserta. Melalui permainan ini anak belajar bersosialisasi dan melatih strategi agar tidak ketahuan tempat persembunyiannya dan selanjutnya  dapat menyentuh benteng.

e)      Bebentengan

Permainan dilakukan secara berkelompok yang dalam permainan  ,anak belajar mengasah emosinya sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain, selain itu anak merasa nyaman dan terbiasa dalam kelompok ( rasa memiliki).

f)       Engklek.

Permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan logika anak , anak latihan berhitung dan menentukan langkah langkah yang harus dilewatinya.

 

Permainan Tradisionil Bermanfaat Bagi Anak

Permainan tradisionil memiliki nilai positif, karena anak banyak bergerak maka akan terhindar dari kegemukan (obesitas).Sosialisasi anak akan berkembang dengan baik karena dalam permainan selalu dimainkan minimal 2 anak. Selain itu dapat melatih strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim(kelompok ) dengan demikian dapat mengembangkan EQ pada anak.

Permainan tradisionil juga melatih anak lebih kreatif , karena biasanya dalam permainan tradisionil alat yang diperlukan mereka buat sendiri dengan menggunakan barang barang atau benda benda  atau tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan anak, hal ini mndorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat alat permainan tanpa harus membeli.Selain itu permainan tradisionil bisa digunakan untuk terapi karena saat bermain anak anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa, bergerak, sesuka hati. Dan yang terpenting dari semua itu permainan tradisionil juga dapat mengembangkan kecerdasan majemuk pada anak.              

Nah setelah kita tahu begitu banyaknnya manfaat permainan tradisionil bagi anak anak kita yang sedang  mengalami tumbuh kembang, maka tidak berlebihan apabila permainan tradisionil sangant penting untuk kembali digali, dikembangkan dan dilestarikan.  2 (dua) acungan jempol untuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang telah mengangkat dan menjadikan permainan tradisionil kembali exis. Semoga anak anak kita yang kemarin terlena dengan permainan elektronik dapat dengan bangga dan berteriak ”Aku bangga dengan permainan tradisionil , warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan (tentu saja sebelum diakui oleh negara lain ), sehingga nilai nilai kebangsaan dan kebudayaan luhur kita tidak luntur  karena terkikis kebuadayaan moderen. SEMANGAT !!!

 

 

 

SIKAP CERMAT ORANG TUA MEMILIH LES YANG TEPAT        UNTUK ANAK

 

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya . Mereka semua ingin mempunyai anak yang cerdas dan kreatif, sehingga segala macam cara ditempuhnya,ini terbukti dan terlihat saat awal tahun ajaran baru. Para orang tua terlihat sibuk mempersiapkan alat alat sekolah , mencari sekolah terbaik dan bahkan para orang tua juga mulai sibuk mencari les dengan harapan agar anak anak tidak ketinggalan pelajaran.

Les atau kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan tambahan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter  atau kemampuan anak agar lebih positif, atau agar anak dapat mengembangkan kemampuannya yang dirasa belum / kurang terasah.

Penulis percaya sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya punya kelebihan dibanding teman sebayanya, tetapi ingat sebagai orang tua jangan silau dengan banyaknya pilihan les demi untuk memuaskan keinginan orang tua tanpa melihat dan menimbang kemampuan, keinginan, dan minat anak.Sebenarnya semua les adalah baik asalkan les tersebut sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan serta karakter anak. Sedangkan karakter sendiri adalah kebiasaan dan sikap sikap yang sering muncul sehingga menghasilkan suatu sikap dan tingkah laku tertentu yang berbeda dari anak lainnya. Jadi jika orang tua mengikutkan anak pada les yang sesuai dengan karakternya , maka hasilnya akan menmguntungkan karena anak dapat mengembangkan sisi positif dari karakternya dan meredakan sisi negatif dari karakternya.

      

  1. Memilih Les Sesuai  Karakter Anak

Secara umum ada 4 karakter dasar anak disesuaikan dengan jenis les yang diikuti:

  1. Anak Aktif

Ciri ciri : anak giat beraktifitas dan energik.

 Jenis les ; cocok apabila diikutkan les yang berkaitan dengan gerak tubuhnya : olah raga, bela diri, seni gerak.

  1. Anak Pasif

Ciri ciri : anak terlihat lamban, kurang gesit, kurang suka kegiatan fisik, cepat lelah, dan susah menyesuaikan diri.

Jenis les : les melukis, les menari, ketrampian, les komputer.,les sempoa

  1. Anak Percaya diri

Ciri ciri  : mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, lancar mengungkapkan pendapat, senang pada sesuatu yng ada tantangannya.

Jenis les : Semua jenis les yang sesuai minatnya bagus untuk dapat menambah keyakinan akan kemampuan dirinya.

 

 

 

  1. Anak Pencemas

Ciri ciri : anak mudah merasa takut salah, mudah menyerah,lama menyesuaikan diri,selalu butuh dukungan orang tuanya dan orang sekitarnya,sensitif , mudah prasangka.

Jenis les: pilih les yang dapat menenangkan, yang dapat mengendalikan emosi (les ketrampilan dan bela diri). Anak dengan karakter pencemas perlu dilatih untuk mengatasi cemasnya.

 

  1. Memilih Tempat Les Yang Sesuai Untuk Anak
    1. Perhatikan kualitasnya
      1. Perhatikan dan pastikan lulusannya (output) yang pernah belajar disana.berprestasi atau tidak (pastikan ada perubahan positif).
      2. Perhatikan  kemampuan staf pengajarnya , apakah memiliki pengetahuan , tahu bagaimana memotivasi anak dan mampu memahami karakter anak.
      3. Terakhir perhatikan metode yang ditawarkan.
      4. Cek lokasinya

Pikirkan bahwa lokasi / tempat les tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sehingga anak tidak kelelahan dalam perjalanan yang ujung ujungnya bisa  berpengaruh pada penguasaan materi nantinya.

  1. Lihat Lingkungannya

Perhatikan lingkungan tempat les sesuai dengan  karakter anak tidak (karena biasanya tempat les terdapat banyak beragam anak dari sekolah yang tidak sama dengan anak anda). Usahakan lingkungan les anak memberikan rasa nyaman pada anak anda .

       Yang jadi pertanyaan penting bagi orang tua sekarang adalah apakah perlu anak Taman Kanak Kanak diikutkan les (baik  les akademik : membaca menulis dan berhitung  permulaan) atau les bakat minat (les olah vokal, menari, menyanyi , olah raga dls) . Mencermati fenomena yang terjadi pada masyarakat dewasa ini, bahwa kegiatan mengikutkan les putra-putrinya  sudah tidak menjadi monopoli masyarakat kota saja , masyarakat desapun sudah menganggap wajar bahwa anak sekolah wajib ikut les.

       Sebelum menjawab pertanyaan diatas, terlebih dahulu yang perlu diketahui adalah mengenal Siapa Anak Taman Kanak Kanak itu sebenarnya ?. Anak taman kanak kanak , yang usianya antara 4-6 tahun adalah anak yang memasuki masa Golden Age (masa peka/ masa emas ). Dimana anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka /Golden Age adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikhis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa sosial , moral, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni dan nilai-nilai agama.Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

       Sedangkan kebutuhan anak itu sendiri pada dasarnya ada tiga (3) yaitu :

1. Kebutuhan fisik (Biomedis). Dapat dupenuhi apabila anak mengkomsumsi makananyang sesuai dengan kebutuhan jasmani untuk menunjang tumbuh kembang anak, kesehatan, imunisasi, pengobatan, pakaian , lingkungan yang sehat.

2. Kebutuhan Emosi meliputi segala bentuk hubungan yang erat, hangat dan menimbulkan rasa aman (kasih sayang).

3. Kebutuhan stimulasi atau pendidikan yang meliputi segala aktifitas yang dilakukan yang mempengaruhi proses berpikir, berbahasa, sosialisasi dan kemandirian seorang anak.

       Untuk pemenuhan kebutuhan fisik (biomedis), dan kebutuhan emosi orang tua beranggapan dapat terpenuhi dalam keluarga, dalam arti orang tua dapat menyiapkan di rumah. Namun untuk kebutuhan stimulasi diperlukan satu lembaga tersendiri yang dapat membangun dan mengembangkan baik IQ, SQ, maupun EQ anak akhirnya dimasukkanlah anaknya  Sekolah Taman kanak kanak, denga harapan ketika anaknya masuk sekolah TK, sekolah tersebut mampu menyiapkan anak agar bisa membaca, menulis dan berhitung permulaan. Padahal yang sebenarnya masa TK adalah masa ketika anak anak ingin bermain, berexplorasi, berimajinasi serta bereksperimen dengan melakukan banyak kesalahan dan belajar dari kesalahannya.

       Bermain bagi anak merupakan wahana sekaligus upaya untuk memenuhi ketiga kebutuhannya tersebut (kebutuhan fisik, emosi dan stimulasi).Dengan bermain anak dapat belajar langsung dari pengalamannya yang berguna untuk perkembangan kreatifitas , sosial , emosi dan intelegensi.

       Sekarang yang jadi perenungan orang tua untuk kepentingan anak-anaknya apakah masih perlu anak-anak TK diberikan les/ pelajaran tambahan?. Kalaupun perlu , sebaiknya  biarlah anak yang menetukan mau ikut les apa (jenis les yang diminati anak ), dan  tetap berilah anak kesempatan dan  kelonggaran waktu untuk tetap menikmati masa bermainnya. Karena dari bermain banyak manfaat atau  pengaruh yang ditimbulkan ,yaitu:

  1. Bermain dapat mempengaruhi fisik anak.
  2. Bermain dapat digunakan sebagai terapi.
  3.  Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak.
  4. Bermain  dapat mempengaruhi kreatifitas anak.
  5. Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak.
  6. Bermain dapat mempengaruhi moral anak.