SEBERAPA PENTING PERMAINAN TRADISIONIL BAGI ANAK

(How important traditional games for children)

 

 

Baru-baru ini telah diadakan lomba kompetensi guru, kompetensi anak dan lomba pemainan tradisionil tingkat propnsi Jawa Timur.,. Adapun  tujuan secara umum diadakan lomba tersebut diatas adalah upaya untuk memotivasi guru untuk berkreasi ,berinovasi dan berkompetisi melalui media pembelajaran serta mengedepankan jiwa sportivitas yang tinggi sehngga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan bagi anak meningkatkan  potensi dasar anak baik yang menyangkut  aspek kognitif, bahasa, fisik motorik, seni, perilaku sosial moral.spiritual, kemandirian dan disiplin.

Lain dari pada itu yang menarik perhatian adalah lomba permainan tradisionil, yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta terhadap budaya daerah melalui permainan yang sesuai dengan karakter anak.

Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang senang mengisi waktu luang atau berolah raga ringan. Menurut Freud dan Erickson permainan adalah suatu bentuk penyesuaian diri manusia yang sangat berharga  dan berguna untuk menolong anak menguasai kecemasan dan konflik. Sedangkan menurut kak Seto seorang pemerhati anak menyatakan bahwa permainan  bersifat spontan dan sukarela, tidak ada unsur paksaan dan bebas dipilih oleh anak. Jadi siapapun orangnya , bermain adalah kebutuhan. Bermain bisa menjadi relaksasi untuk meredakan ketegangan dan kepenatan dari berbagai tekanan yang menghimpit, karena permainn itu sesuatu yang mengasyikan dan menyenangkan karena dapat memuaskan dorongan penjelajahan kita.

 

Bermain Cara Efektif Untuk Belajar

Lewat permainan anak akan mengalami rasa bahagia. Dengan  perasaan gembira (suka cita) itulah syaraf /neuron cepat saling berkoneksi untuk mmbentuk satu memori baru , itulah sebabnya mengapa anak anak bisa dengan mudah belajar melalui permainan.

 

Perlunya Bermain

  1. Belajar dari bermain (Learning by playing ).

Banyak hal yang dapat dipelajari dari permainan, keseimbangan motorik halus dan motorik kasar yang dapat mempengaruhi perkembangan pshikologi anak.

  1. Permainan mengembangkan otak kanan.

Dengan bermain dapat memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang kurang teraealisasi  di sekolah maupun di rumah , karena anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya.

 

  1. Permainan mengembangkan kemampuan sosialisasi dan emosi anak.

Permainan kelompok , anak belajar tentang sosialisasi yang  menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak belajar nilai keberhasilan , ketika berhasil diterima oleh kelompok. Ketika memainkan peran ”baik atau jahat” membuat anak kaya pengalaman emosi, anak memahami perasaan yang saling berkaitan dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dihadapi.

  1. Permainan dapat melatih memecahkan masalah (Problem Solving).

Dengan kegiatan bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mempraktekan rasa  percaya dirinya kepada orang lain dan kemampuan bernegoisasi dalam kelompok atau sekedar bergaul dengan teman/ orang lain.

 

Jenis Permainan Tradisionil.

a)      Congklak

Permainan yang menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar ini sebetulnya permainan mengasah otak, anak secara tidak langsung sudah belajar konsep berhitung yang menyenangkan.

b)      Bekel

Permainan yang menggunakan bola kecil berwarna warni terbuat dari karet  dan biji berbentuk khusus ini  dapat melatih koordinasi motorik halus dan kasar . Melatih koordinasi mata dan kecepatan tangan juga melatih strategi agar tangan dapat  menjangkau bola atau membalik biji bekel..

c)      Gobak sodor.

Permainan ini dilakukan oleh banyak peserta. Melalui permainan gobak sodor melatih anak untuk bersikap terhadap lingkungan, baik kepada benda maupun orang sekitarnya ,selain itu permainan ini juga dapat  merangsang imajinasi anak, tentu saja akan baik untuk tumbuh kembang kecerdasan dan fisiknya.

d)     Petak umpet.

Permainan ini dilakukan oleh banyak orang/peserta. Melalui permainan ini anak belajar bersosialisasi dan melatih strategi agar tidak ketahuan tempat persembunyiannya dan selanjutnya  dapat menyentuh benteng.

e)      Bebentengan

Permainan dilakukan secara berkelompok yang dalam permainan  ,anak belajar mengasah emosinya sehingga timbul toleransi dan empati terhadap orang lain, selain itu anak merasa nyaman dan terbiasa dalam kelompok ( rasa memiliki).

f)       Engklek.

Permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan logika anak , anak latihan berhitung dan menentukan langkah langkah yang harus dilewatinya.

 

Permainan Tradisionil Bermanfaat Bagi Anak

Permainan tradisionil memiliki nilai positif, karena anak banyak bergerak maka akan terhindar dari kegemukan (obesitas).Sosialisasi anak akan berkembang dengan baik karena dalam permainan selalu dimainkan minimal 2 anak. Selain itu dapat melatih strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim(kelompok ) dengan demikian dapat mengembangkan EQ pada anak.

Permainan tradisionil juga melatih anak lebih kreatif , karena biasanya dalam permainan tradisionil alat yang diperlukan mereka buat sendiri dengan menggunakan barang barang atau benda benda  atau tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan anak, hal ini mndorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat alat permainan tanpa harus membeli.Selain itu permainan tradisionil bisa digunakan untuk terapi karena saat bermain anak anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa, bergerak, sesuka hati. Dan yang terpenting dari semua itu permainan tradisionil juga dapat mengembangkan kecerdasan majemuk pada anak.              

Nah setelah kita tahu begitu banyaknnya manfaat permainan tradisionil bagi anak anak kita yang sedang  mengalami tumbuh kembang, maka tidak berlebihan apabila permainan tradisionil sangant penting untuk kembali digali, dikembangkan dan dilestarikan.  2 (dua) acungan jempol untuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang telah mengangkat dan menjadikan permainan tradisionil kembali exis. Semoga anak anak kita yang kemarin terlena dengan permainan elektronik dapat dengan bangga dan berteriak ”Aku bangga dengan permainan tradisionil , warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan (tentu saja sebelum diakui oleh negara lain ), sehingga nilai nilai kebangsaan dan kebudayaan luhur kita tidak luntur  karena terkikis kebuadayaan moderen. SEMANGAT !!!